Di Bekas Pintu Kulkas

Featured

PENGEPUL ROSOK

Suatu hari aku melihat kesibukan orang-orang di tempat pengepul barang bekas di pinggiran Kota Jogjakarta, mereka dengan tenaga manual memilah sampah menurut jenisnya kemudian ditimbang dan ditukarkan dengan sejumlah uang. Berbagai macam sampah ada di tempat itu dari mulai kertas bekas, sepeda , kendaraan bermotor, mobil, dan elektonik yang sudah tidak terpakai ada di tempat itu. Yang ada dipikiranku adalah bahwa barang-barang tersebut dulunya adalah barang yang sama sekali baru dan butuh dompet yang tebal untuk membeli barang tersebut. Namun seiring waktu barang tersebut tidak digunakan lagi dengan pertimbangan yang bermacam-macam, misalanya barang tersebut sudah rusak dan sang pemilik sudah tak mau memperbaiki lagi atau karena modelnya sudah ketinggalan jaman. Berbagai macam barang yang berakhir ke tempat pengepul rongsok adalah barang yang diproduksi masal oleh pabrik dan pabrik selalu membuat model terbaru dengan teknologi yang lebih mutakhir. Kita tidak akan pernah tahu berapa unit barang-barang yang diproduksi untuk satu model dan yang akan selalu berakhir di tempat seperti ini.

Mataku melirik barang-barang tersebut, banyak barang yang bisa kita ambil dan digunakan kembali dengan harga yang sangat murah. Akan tetapi tidak semuanya bisa saya angkut dan saya tumpuk dirumah pasti akan menjadi masalah baru. Keluargaku sering menyatakan keberatan akan kegemaranku memunguti barang dari tempat rongsok tersebut karena tumpukan rongsokan itu dipandang sebagai sesuatu yang tidak berguna. Al hasil rumahku penuh dengan barang-barang rongsok yang kubeli dengan harga murah. Aku selalu punya rencana untuk barang-barang rongsokan itu. Salah satunya adalah bekas pintu kulkas yang kubeli dengan harga sangat murah, aku mempunyai rencana terhadap pintu kulkas ini akan sangat menarik bila digunakan sebagai penyekat ruang, bahkan sebagai dinding sebuah kontruksi rumah. 

Bayanganku suatu hari nanti akan membuat sebuah ruangan atau rumah kecil yang seluruhnya dari barang bekas. Saat ini aku mencoba membuat sebuah lukisan dengan media pintu kulkas. Ha ini tidak lazim memang karena sebuah lukisan bisasanya di buat diatas kanvas, kertas, atau media konvensional yang lain. 

Jadilah suatu bentuk baru, lukisan itu bisa dipajang dimana saja bahkan di tempat yang terbuka karena bahanya yang terbuat dari pintu kulkas yang pasti punya standar tahan cuaca. Menarik bukan? (jb)

 

 

Recycling

LOKARUNA  DESAIN

Sampah merupakan masalah kita bersama, hampir setiap hari setiap orang menghasilkan sampah. Inilah ekses dari perkembangan konsumsi, setiap hari produk-produk baru bermunculan dan produk lama menjadi sampah yang tidak dapat dikendalikan. Keadaan semacam ini memberikan dampak kurang baik bagi lingkungan, karena tidak setiap orang berpikir bagaimana cara mengelokla sampah dengan baik. Dalam skala besar sampah benar-benar menjadi masalah di setiap wilayah di Indonesia. Keadaan semacam itu memang harus disikapi dengan pemikiran kreatif, sampah bisa dijadikan sebagai produk yang berniali dan disukai di pasaran. 

Ide kreatif yang di kembangkan di lokaruna studio adalah bagaimana caranya mempergunakan kembali sampah yang tersedia di rumah tangga dan industri menjadi benda fungsional yang juga mempunyai nilai estetik yang menarik. Misalnya saja kita mengembangkan deasain yang kami beri nama Roda Bench, adaah desain kursi yang terbuat dari roda bekas sepeda tua yang sudah tidak terpakai dengan dipadukan kayu bekas yang mempunyai tekstur yang menarik. 

Ini hanyalah sekelumit cerita bagaimana kita mengembangkan desain yang berbahan dasar sampah yang ada, di studio kami yang berada di yogyakarta kami terus mengembangkan berbagai macam desain interior dan exterior yang berbahan dasar sampah. Mimpi kami adalah mempopulerkan penggunaan kembali berbagai barang bekas untuk mengurangi ekses emisi dari sampah, kami juga ingin membangun jaringan kreatif  untuk memikirkan kegiatan recycling yang tentunya akan sangat bermanfaat.

Kami juga menyediakan kesempatan berbagi kepada para penikmat produk yang kami buat untuk menyumbangkan barang bekas beserta idenya agar dapat diproduksi bersama dan pada akhirnya terjalin hubungan yang erat antara konsumen dengan Lokaruna Studio.